PERATURAN KHUSUS

PENGURUS KSU SEMPATA ARTHA

Nomor : 06/Persus/I/2017

Tentang  

 SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI SEMPATA ARTHA

Menimbang :

  1. Bahwa Koperasi Sempata Artha sebagai badan usaha perlu untuk mengembangkan kegiatan usahanya dalam rangka mencapai apa yang menjadi tujuan berkoperasi yaitu mensejahterakan anggota pada khususnya serta masyarakat pada umumnya.
  2. Perhitungan Sisa Hasil Usaha Koperasi Sempata Artha dilakukan secara rutin setiap akhir tahun, dan Perhitungan pembagiannya telah diatur dalam Anggaran Dasar.
  3. Bahwa sebagai badan usaha yang bergerak di bidang simpan pinjam,  dan usaha lainya Koperasi Sempata Artha perlu membuat kebijakan yang mengatur tentang Sisa Hasil Usaha.
  4. Bahwa untuk mencapai tujuan tersebut diatas maka diperlukan untuk menetapkan peraturan khusus tentang Sisah Hasil Usaha pada KSU Sempata Artha.

Mengingat :

  1. Undang- undang No. 25 Tahun 992 tentang perkoperasian.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor : 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi.
  3. Peraturan Menteri Negara dan UKM Nomor : 19/Per/M.KUKM/XI/ 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam Koperasi.
  4. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi Sempata Artha.
  5. Peraturan Menteri Negara dan UKM Nomor 04/Per/M.KUKM/VII/ 2012 tentang Pedoman Umum Akuntansi Koperasi.

Memutuskan

Menetapkan : Persus tentang Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Sempata Artha.

 

Bab I

Pasal 1

Ketentuan Umum

  1. KSU Sempata Artha adalah koperasi sebagaimana dimaksud dalam badan hukum koperasi Nomor : 244/DPPK.IV/KOP/II/2006;
  2. Kegiatan usaha KSU Sempata Artha Balikpapan hanya dapat melaksanakan kegiatan usaha penghimpunan dana dan penyaluran dana;
  3. KSU Sempata Artha tidak dibenarkan mempunyai kegiatan usaha di sektor riil dan kegiatan usaha diluar ketentuan pasal 1 ayat 2 peraturan ini;
  4. Kegiatan usaha sebagaimana pasal 1 ayat (2) peraturan ini dijabarkan pada peraturan-peraturan khusus lainnya;
  5. Yang dimaksud dengan Sisa Hasil Usaha adalah Surplus Hasil Usaha atau Defisit Hasil Usaha yang diperoleh dari hasil usaha atau pendapatan Koperasi dalam satu tahun buku setelah dikurangi dengan pengeluaran atas berbagai beban usaha. Lainya termasuk biaya Rat yang dishahkan oleh badan pengawas.

 

Bab II

Pasal 2

Pembagian Sisa Hasil Usaha

 

  1. Pembagian Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Sempata Artha  yaitu  22% pertahun dengan Komposisi 60% : 40% antara koperasi dengan anggota.
  2. Sisa Hasil Usaha yang akan dibagi menurut Anggaran dasar harus diperhitungkan berdasarkan Persentase sebagai berkut :
    1. Cadangan                                  : 30  %
    2. Bagian SHU anggota              : 40  %
    3. Dana pengurus/pengawas    : 10  %
    4. Dana Karyawan                       :  5  %
    5. Dana Pendidikan                    :  5  %
    6. Dana PDK / CSR                     :  5  %
    7. Dana Sosial                              :  5  %

Jumlah                                      100 %

  1. Sisa Hasil Usaha yang telah ditetapkan dalam Rapat Anggota dipindah bukukan ke perkiraan masing masing dengan menggunakan Bukti Umum dilampiri Surat Keputusan Rapat Anggota Tahun yang bersangkutan.
  2. Cadangan modal yang diperoleh atas pembagian Sisa Hasil Usaha digunakan untuk pengembangan koperasi dan atau menutup kerugian yang diakibatkan karena adanya bencana alam dan atau keadaan tertentu diluar kemampuan pengurus dan direktur dengan seizin ketua.
  3. Sisa Hasil Usaha bagian anggota dibagikan kepada masing masing berdasarkan tingkat partisipasi simpanan anggota kepada Koperasi.
  4. Sisa Hasil Usaha bagian pengurus / pengawas dibagikan kepada masing masing berdasarkan kebijakan Pengurus / Pengawas.
  5. Sisa Hasil Usaha bagian Karyawan dibagikan kepada masing masing berdasarkan kebijakan Direktur/Manager dengan pertimbangan tingkat kinerja karyawan.
  6. Sisa Hasil Usaha untuk pendidikan, pembangunan daerah kerja dan sosial dikeluarkan berdasarkan rencana kerja dan atau atas kebijakan pengurus dan direktur.
  7. SHU dana cadangan sebesar 30 Persen setelah dikurangi Biaya Oprasional lainya di distribusi dengan pembukuan 30 % untuk mendukung dana cadangan umum, 30 % untuk dana cadangan Khusus dan 40% untuk dana cadangan Resiko.
  8. Peraturan penggunaan dana Cadangan sesui Persus dana cadangan yang ada sesuai dengan persus no 14 tentang penggunaan dana cadangan.

 

Bab III

Pasal 3

Realisasi Pegeluaran Dana Sisa Hasil Usaha

  1. Pengeluaran Dana cadangan dilaksanakan oleh pengurus atas persetujuan anggota dalam rapat anggota.
  2. Pengeluaran Dana Sisa Hasil usaha bagian anggota, Pengurus Pengawas dan Karyawan dapat dikeluarkan secara tunai dan atau tidak tunai menurut kebutuhan.
  3. Pengeluaran Dana Sisa Hasil usaha bagian anggota, Pengurus Pengawas dan Karyawan yang dikeluarkan secara tidak tunai dan dimaksudkan untuk menambah simpanan dan atau mengurangi piutang maka harus tercatat melalui bukti umum dan dibukukan dalam buku harian memorial serta dicatat dalam buku simpanan dan atau buku piutang.

 

Bab IV

Pasal 5 

Pelaksanaan Realisasi Pegeluaran Dana Sisa Hasil Usaha

  1. Pelaksanaan Realisasi pengeluaran dana dana sisa hasil usaha secara tunai dilakukan oleh Kasir disetujui oleh atasan langsung;
  2. Pelaksanaan Realisasi pengeluaran dana dana sisa hasil usaha secara non tunai dilakukan oleh Bagian akuntasi dan ditandatangani oleh yang bersangkutan.

 

Bab V

Pasal 6

Koreksi

Apabila terjadi kesalahan dalam pencatatan pembagian selisih hasil usaha maka secepatnya dilakukan koreksi atas transaksi yang bersangkutan.

Bab VI

Ketentuan Penutup

Pasal 7

Peraturan khusus Sisa Hasil Usaha pada Koperasi Sempata Artha  ini berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar diketahui oleh setiap anggota Koperasi Sempata Artha.

 

Keputusan ini berlaku sejak

Ditetapkan di       : Balikpapan

Tanggal                 :     Januari 2017

 

KOPERASI SEMPATA ARTHA BALIKPAPAN

 

RIO WAHYUDI : MANAGER : ………………………
SRI AGUSTINAH : SEKRETARIS : ………………………
SUPIAH : BENDAHARA : ………………………